Menuju Gresik Berdaya Saing Global, UM Gresik Inisiasi Forum Bisnis Lintas Sektor

UMGNews – Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) terus menegaskan perannya sebagai motor penggerak kolaborasi strategis lintas sektor dalam upaya meningkatkan daya saing daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Forum Bisnis yang melibatkan akademisi, industri, dan pemerintah, yang digelar di Hall Sang Pencerah Kampus UM Gresik, Rabu (14/1/2025) pagi.

IMG_0745_11zon.jpg (157 KB)

Forum bisnis yang diinisiasi oleh Direktorat Sertifikasi Profesi, Pengembangan Bahasa, dan Usaha (DSP2BU) UM Gresik ini mengusung tema “UMG Nexus: The Gateway to 2026, Integrating Academic Excellence with Industrial Power.” Tema tersebut merefleksikan visi UM Gresik dalam membangun ekosistem kolaboratif antara dunia pendidikan dan kekuatan industri guna mendorong Gresik menuju daya saing global.

Rektor UM Gresik, Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas antusiasme para pelaku industri dan pemangku kebijakan yang hadir. Menurutnya, forum ini bukan sekadar ajang pertemuan, melainkan ruang strategis untuk merumuskan gagasan, memperluas jejaring, dan melahirkan kerja sama konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Forum ini diharapkan menjadi ruang pertukaran ide dan inovasi, sekaligus memperkuat sinergi antarsektor di Kabupaten Gresik. Kegiatan ini sejalan dengan visi UM Gresik untuk terus memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Rektor.

IMG_0803_11zon.jpg (191 KB)

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, yang mengapresiasi inisiatif UM Gresik sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan progresif. Ia menilai, keberadaan UM Gresik memiliki peran strategis dalam menjembatani kepentingan dunia akademik dengan kebutuhan industri dan kebijakan pemerintah.

Alif mengungkapkan, Kabupaten Gresik memiliki potensi besar dengan keberadaan tiga kawasan industri utama, yakni Maspion Industrial Estate, Kawasan Industri Gresik (KIG), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik yang telah menarik perhatian skala nasional hingga internasional.

“KEK Gresik menjadi perhatian dunia, termasuk dengan adanya smelter single line terbesar di dunia dan pengembangan industri turunannya. Potensi ini perlu disinergikan dengan perguruan tinggi agar memberi manfaat maksimal bagi daerah,” jelasnya.

Menurut Alif, forum bisnis ini menjadi titik temu strategis antara akademisi, industri, dan pemerintah untuk merumuskan langkah konkret ke depan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

IMG_0708_11zon.jpg (186 KB)

“UMKM masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Mahasiswa bisa terlibat langsung untuk belajar sekaligus memberi kontribusi. Dengan jejaring nasional dan internasional yang dimiliki UM Gresik, kami optimistis kampus ini mampu memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Gresik,” tegasnya.

Sebagai wujud komitmen nyata, UM Gresik juga melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan empat mitra strategis, yakni PT Siam Maspion Terminal, KAP Kuncara Budi Santosa dan Rekan, PT Greentech Solusi Utama, serta PT Adhimix PCI Indonesia. Sejumlah perusahaan berskala nasional turut berpartisipasi dalam forum tersebut, menegaskan kuatnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong Gresik menuju daya saing global.

📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK

Credit by Humas UM Gresik