PANDANGAN ISLAM TERHADAP MAHLUK HIDUP LAIN DAN LINGKUNGAN

Oleh : Dr. Abd Kholid Achmad, M.Pd

Kepala Biro Dakwah dan Pengembangan Al Islam & Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Gresik

-----------

Islam adalah agama paripurna (kaffah, kamil) bagi alam semesta rahmatan lil alamin, termasuk manusia yang dicipta sebagai hamba dan khalifah serta bagi makhluk-makhluk lainay yang diciptakan.Nya. Dalam tugas kekhalifaan manusia dihadapkan dengan lingkungan untuk dikelola secara baik sehingga memiliki manfaat bagi dirinya dan makhluk hidup lainnya, bagi kelangusngan hidupanya didunia serta untuk akhiratnya. Yang dimaksud dengan lingkungan adalah sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

Untuk mengelola lingkungan, Allah telah mengajarkannya (Q.S Al Baqoroh:31) dan bahkan Rosulullah memberikan contoh sebagaimana terdapat dalam beberapa hadits yang telah diriwayatkan, Nabi SAW bersabda: “Setiap muslim yang menabur atau menanam tanaman, kemudian tanaman tersebut dimakan oleh seseorang atau binatang atau burung, maka tak lain tanaman itu baginya adalah sadaqah” (Al-Bukhari). Demikian pentingnya lingkungan bagi manusia dalam menjalankan tugas kekhalifaan, banyak ayat Al Qur’an yang menyinggung tentangnya untuk dapat dijadikan pelajaran bagi manusia, diantaranya; (1) tentang larangan mengadakan kerusakan Q.S Al Baqoroh:60, 27, 205, Q.S Al Qhosos:77, Q.S As Syuara’: 152, dan Q.S Al A’raf:56. (2) tentang pencemaran Q.S Ar Rum:41, (3) menjaga lingkungan Q.S Al Maidah:6, (4) menjaga kebersihan dan keindahan Q.S Al Mudatsir 4, Al A’raf: 31.

Begitupula hadits Nabi Muhammad agar manusia menjaga lingkungan, “Setiap langkah yang dilakukan untuk menuju kepada salat adalah sadaqah, dan menyingkirkan kotoran yang menyakitkan dari jalan adalah sadaqah” (Al-Bukhari). Nabi SAW bersabda: “Menyingkirkan kotoran dari jalan Allah sadaqah” (Sahih Al-Bukhari, II Kitab Al Mazalim 46). Dalam suatu hadits lain disebutkan: “Singkirkanlah kotoran dari jalan orang-orang Islam” (Sahih Muslim, II : 443 dari Abi Barzah). Dua sumber ajaran Islam menegaskan dengan kuat akan pentingnya lingkungan dan menjaganya karena sesungguhnya perusakan lingkungan pada hakikatnya adalah perusakan dan aniaya terhadap diri sendiri. Perbuatan manusia untuk mengelola bumi dalam pemeliharaan dan pemanfataannya akan dipertanggungjawabkan sebagaimana dalam Q.S At Takastur: 8 yang artinya “kamu sekalian pasti akan dimohon untuk mempertanggujawabkan nikmat (yang kamu peroleh)”.  

Sebagai muslim, kebersihan, kelestarian, kerindangan lingkungan yang hadir dalam dimensi kehidupan berupa kenyamanan dan ketentraman dalam menjalankan aktifitas keseharian adalah keniscayaan agar manusia selamat dari bencana dan penyakit. Dan hanya mereka yang ingkar dan tidak memiliki ilmu tentang agama (Islam) atau mereka yang memisahkan agama dengan dunia (sekuler), tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan sehingga menjadikan mereka berbuat kerusakan “Dan apabila dikatakan pada mereka janganlah engkau berbuat kerusakan, mereka mengatakan sesungguhnya kami melakukan perbaikan” (Q.S Al Baqoroh:11). “Orang yang melanggar batas ialah orang yang berbuat kerusakan di muka bumi dan tiada mengadakan perbaikan” (Q.S Al-Syu’ara’:152).

Agama Islam menganjurkan kepada umat manusia untuk menjaga lingkungan dengan bersih dan indah karena sesungguhnya Allah SWT mencintai yang indah dan bersih sebagaimana dalam Q.S Al-Muddassir: 4) “Dan bersihkanlah bajumu” juga terdapat dalam hadits Nabi Muhammad SAW “Sungguh Allah Maha Suci senang kepada kesucian, Maha Bersih senang kepada kebersihan, Maha Mulia senang kepada kemuliaan, Maha Dermawan senang kepada kedermawaan, maka bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah kamu meniru orang Yahudi” (At-Tirmizi, dari Sa’ad dari Hasan, Al-Jami’Al-Sagir 11, 239).

Sebagai bagian dari dukungan untuk terciptanya hubungan harmonis dengan lingkungan yang didalamnya adalah makhluk hidup, hendaknya sebagi muslim untuk mencinta puspa dan satwa dengan tidak melakukan kerusakan, penangkapan, pemburuan dan aktifitas lainnya yang menjadikan kelangkaan sehingga berimplikasi terhadap kerusakan alam. Penciptaan seluruh semesta sesungguhnya memiliki kebermanfaatan bagi kelangsungan hidup manusia sebagai hamba sekaligus sebagai khalifah. Wa Allahu a’lam.


19 January 2022
“BONEKA ARWAH (SPIRIT DOLL)” FENOMENA KEGERSANGAN ILMU DAN IMAN
14 January 2022
AUM SEBAGAI LADANG DAKWAH DAN AMAL SALEH
02 January 2022
AWAL TAHUN, HARUSKAH AWAL RESOLUSI BARU?