Virus COVID-19: Penyebab dan Penyembuhan

Oleh Sestiono Mindiharto, S.Psi., M.Kes (Ka Prodi Kesehatan Masyarakat UMG)

VIRUS CORONA

Virus Corona atau 2019 Novel Coronavirus adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara salah satunya Negara Asia termasuk Indonesia.

Gejala Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:

  1. Demam

Demam ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh hingga lebih dari 380C dari suhu tubuh normal, yaitu antara 36,10C sampai 37,20C. Demam merupakan gejala dari beragam kondisi dan penyakit. Biasanya, demam akan disertai gejala lain akibat kondisi yang mendasarinya. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Sakit kepala
  2. Berkeringat
  3. Menggigil
  4. Lemas
  5. Nyeri otot
  6. Kehilangan nafsu makan

Demam dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti:

  1. Penyakit infeksi, seperti infeksi virus, bakteri, jamur, parasit.
  2. Penyakit yang menyebabkan peradangan kronis, seperti reumathoid arthritis.
  3. Menerima beberapa jenis imunisasi, seperti difteri dan tetanus.
  4. Menerima obat.
  5. Kanker.
  6. Batuk
  7. Sesak napas

Nafas pendek atau yang disebut juga dengan dispnea merupakan kondisi di mana seseorang kesulitan untuk bernafas. Perasaan seperti tercekik dan dada terasa sempit ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti gangguan pada jantung dan paru-paru atau aktivitas fisik yang berat.

Penyebab Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti MERS, SARS, dan pneumonia.

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

1. Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19.

2. Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19.

3. Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Diagnosis Virus Corona

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian ke wilayah endemik virus Corona sebelum gejala muncul. Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter dan tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan lanjutan berikut:

  1. Uji sampel darah

Tes darah merupakan pemeriksaan sampel darah yang diambil dari tusukan pada jari atau melalui pembuluh darah di bagian tubuh tertentu, seperti lengan dengan menggunakan jarum. Tes darah bertujuan untuk mendeteksi penyakit, mengetahui fungsi organ, mendeteksi racun, obat / zat tertentu, dan memeriksa kondisi kesehatan secara keseluruhan.

  1. Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak
  2. Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru

Prosedur pemeriksaan dengan menggunakan radiasi gelombang elektromagnetik guna menampilkan gambaran bagian dalam tubuh. Gambaran dari benda padat seperti tulang atau besi ditampilkan sebagai area berwarna putih, sedangkan udara yang terdapat pada paru-paru akan tampak berwarna hitam, dan gambaran dari lemak atau otot ditampilkan dengan warna abu-abu. Dalam beberapa jenis foto Rontgen, digunakan tambahan zat  pewarna  (kontras) yang diminum atau disuntikkan, misalnya iodine atau barium, untuk menghasilkan gambaran yang lebih detail.

Pengobatan Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya, yaitu:

  1. Memberikan obat pereda demam dan nyeri. Namun, dokter tidak akan memberikan aspirin kepada penderita COVID-19 yang masih kanak-kanak.

Analgetik dan antipiretik adalah kombinasi golongan obat yang umumnya digunakan untuk meredakan gejala demam dan meredakan rasa nyeri yang dialami pada infeksi, peradangan otot dan sendi, serta dysmenorrhea.

Terdapat 3 jenis obat yang masuk dalam golongan analgetik dan antipiretik, yaitu:

  • Salisilat, seperti aspirin.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen, naproxen sodium, dan ketoprofen.
  1. Menganjurkan penderita COVID-19 untuk mandi air hangat dan menggunakan humidifier (pelembab udara), untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.

Humidifier merupakan alat pelembap udara yang bekerja dengan cara menyemprotkan uap air ke udara. Uap air ini akan meningkatkan kelembapan udara sehingga berada dalam kisaran yang ideal. Selain mengatur kelembapan udara, humidifier juga bermanfaat untuk mengatasi iritasi yang ditimbulkan akibat udara kering, seperti kulit kering, bibir pecah-pecah, pilek, hingga sakit tenggorokan. Meski demikian, pemakaian humidifier yang berlebihan juga dapat memperburuk masalah pernapasan.

  1. Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup dan tidak keluar rumah untuk mencegah penyebaran virus.
  2. Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih guna menjaga kadar cairan tubuh.

Komplikasi Virus Corona

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:

  1. Pneumonia

Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah paru-paru basah adalah infeksi yang mengakibatkan peradangan pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pada penderita pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru (alveoli) akan meradang dan dipenuhi cairan atau nanah. Akibatnya, penderita mengalami sesak napas, batuk berdahak, demam, atau menggigil.

  1. Infeksi sekunder pada organ lain
  2. Gagal ginjal

Gagal ginjal akut merupakan istilah yang merujuk pada kondisi ketika ginjal seseorang rusak secara mendadak, sehingga tidak bisa berfungsi. Gagal ginjal akut terjadi ketika ginjal tiba-tiba tidak bisa menyaring limbah kimiawi dari darah yang bisa memicu bertumpuknya limbah tersebut.

  1. Acute cardiac injury
  2. Acute respiratory distress syndrome

Acute Respiratory Distress Syndrome atau disingkat ARDS adalah kondisi yang muncul ketika cairan mengumpul di alveoli, yaitu kantung udara kecil dan elastis pada paru-paru. Cairan biasanya merembes dari pembuluh darah kecil. Kumpulan cairan ini dapat membuat paru-paru tidak cukup terisi udara dan pasokan oksigen ke aliran darah menjadi berkurang. Hal tersebut mengakibatkan organ-organ, seperti ginjal dan otak, tidak dapat bekerja normal atau bahkan berhenti berfungsi karena tidak mendapat cukup oksigen.

  1. Kematian

Pencegahan Virus Corona

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

  1. Hindari bepergian ke Cina atau ke negara lain yang telah ditemukan adanya penularan virus Corona.
  2. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di tempat umum atau keramaian.
  3. Rajin Mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol setelah beraktivitas di luar ruangan.
  4. Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  5. Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  6. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  7. Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  8. Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit.
  9. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

Untuk seseorang yang diduga terkena COVID-19, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:

  1. Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  2. Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  3. Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  4. Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  5. Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  6. Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  7. Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu buang tisu ke tempat sampah.

Catatan Tambahan

Virus korona berukuran besar dengan diameter sel 400-500 mikro, jadi masker apapun dpt digunakan, tidak perlu menggunakan masker khusus yg dijual di pharmasi

Virus tidak mengendap di udara, tetapi dia jatuh ke tanah, sehingga tidak menular melalui udara.

Virus korona, ketika jatuh di permukaan logam, akan hidup selama 12 jam, jadi upayakan utk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air

Virus Corona ketika jatuh pada kain hidup selama 9 jam.. mencuci pakaian dg sabun atau menjemurnya di sinar matahari selama dua jam sudah cukup untuk tujuan membunuhnya.

Virus ini hidup di tangan selama 10 menit sehingga menyemprot tangan dg pembersih alkohol (hand sanitizer) sudah cukup untuk tujuan pencegahan.

Jika virus terpapar pada suhu 26-27 ° C, ia akan mati, ia tidak hidup di daerah panas. Juga minum air panas dan paparan sinar matahari cukup baik.
Jauhi es krim dan makanan dingin itu penting.

Berkumur dengan air hangat dan garam membunuh virus pada tenggorokkan dan mencegahnya masuk ke paru-paru.

Untuk informasi Corona bisa hubungi RS atau Puskesmas terdekat.


10 April 2020
Memutus Rantai Covid-19 dengan Isolasi Diri
05 March 2020
Virus COVID-19: Penyebab dan Penyembuhan
12 February 2020
Bagaimana Menyikapi Virus Corona Pada Kesehatan Masyarakat