KELUARGA PUSAT KEHIDUPAN DAN SEKOLAH PERTAMA ANAK

Oleh : Ima Fitri Sholichah, S.Psi, M.A

Kaprodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Gresik

Dari semua faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak, keluarga memiliki dampak yang paling signifikan. Keluarga merupakan pusat kehidupan anak. Melalui pengalaman dengan keluarga, anak akan belajar mengenai diri mereka sendiri, orang lain, dan dunia di sekitar mereka. Keluarga yang penuh kasih sayang dan pola pengasuhan yang baik akan memberikan kesempatan bagi anak untuk tumbuh dan kembang secara optimal untuk masa depanya. Berikut tahap perkembangan yang perlu kita perhatikan dalam tumbuh kembang anak.

Perkembangan Fisik

Pola makan dan kebiasaan olahraga anggota keluarga memiliki dampak besar pada kebugaran dan nutrisi anak, yang secara langsung berkaitan dengan perkembangan fisik mereka secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan anggota keluarga adalah panutan. Anak belajar, meniru dan mengadopsi perilaku orang tua dan saudara kandung melalui observasi kegiatan sehari-hari. Olahraga teratur dan terjadwal merupakan salah satu untuk kegiatan yang menunjang perkembangan fisik anak. Selain itu, kita sebagai orang tua bisa membatasi konsumsi junk food dan mendorong anak untuk terlibat dalam menyiapkan makanan keluarga yang sehat untuk memperkenalkan nutrisi yang baik.

Perkembangan Kognitif

Nilai-nilai keluarga mempengaruhi perkembangan kognitif anak dengan mempengaruhi cara mereka memandang diri mereka sendiri dan dunia. Dinamika keluarga membentuk cara anak berpikir, bernalar, dan memecahkan masalah. Keluarga yang kuat dan penuh kasih sayang yang menghabiskan waktu berkualitas bersama dapat meningkatkan kinerja akademik anak, sekaligus mengurangi kemungkinan dalam perilaku menyalahgunakan narkoba atau terlibat dalam perilaku berisiko lainnya seiring bertambahnya usia.

Perkembangan Emosional

Keluarga mendorong perkembangan emosional dari saat pertama kehidupan bayi. Ikatan yang terbentuk antara bayi dan keluarga inti (ayah, ibu, kakak, dan adik) menumbuhkan berbagai emosi seperti kepercayaan, kenyamanan, kasih sayang, empati, dan kepercayaan diri. Ketika anak-anak tumbuh dan hubungan mereka dengan anggota keluarga berkembang, mereka akan belajar bagaimana membentuk persahabatan, mengelola dan mengomunikasikan emosi dengan cara yang sehat serta anak belajar bagaimana mengatasi hambatan dan tantangan dengan orang lain. Cara yang dapat dilakukan oleh keluarga dalam perkemangan emosional anak yaitu dengan meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal bersama seperti keterlibatan keluarga dalam setiap kegiatan/aktivitas anak. Hal ini akan meningkatkan perkembangan emosional pada anak, dan mengurangi risiko anak mengalami tekanan emosional.

Perkembangan Sosial

Anak-anak mulai mengembangkan keterampilan sosial pada masa bayi dari ikatan, hubungan, dan interaksi paling awal mereka dengan anggota keluarga. Anak akan memahami dan menemukan komunikasi, kolaborasi, dan kerja sama dengan mengamati orang tua dan saudara kandung saat mereka berinteraksi satu sama lain, dan dengan terlibat langsung dengan anggota keluarga yang berbeda. Keluarga yang memperlakukan satu sama lain dengan hormat dan cinta merupakan contoh interaksi sosial yang positif bagi anak-anak yang masih sangat kecil. Keluarga yang menghabiskan waktu berkualitas bersama, menikmati kegiatan bersama dan berbagi makanan di meja makan, juga mendorong perkembangan sosial yang sehat pada anak dengan memberikan pemahaman mengenai komunikasi dan berbagi.

Hal yang perlu diingat untuk kita sebagai orang tua adalah bahwa anak-anak seperti spons yang menyerap apa pun yang mereka perhatikan atau amati disekitanya. Kita perlu bertindak dengan cara yang baik dan yang kita harapkan. Ingat tidak ada yang sempurna dan tidak ada keluarga yang sempurna. Namun perlu kita ketahui pentingnya peran keluarga dalam tumbuh kembang anak sangatlah penting. Karena kita adalah guru pertama bagi anak.

 

Keluarga yang penuh kasih sayang dan pola pengasuhan yang baik akan memberikan kesempatan bagi anak untuk tumbuh dan kembang secara optimal untuk masa depanya.

 


12 August 2022
PLAYING VICTIM, KENALI TABIAT “SI PALING MERASA TERSAKITI”
13 July 2022
SUARAKAN ANTI SEXUAL HARASSMENT DI LINGKUNGAN KAMPUS
29 June 2022
KELUARGA PUSAT KEHIDUPAN DAN SEKOLAH PERTAMA ANAK